“Marriage is Scary” dan Kesiapan Nikah Generasi Z: Urgensi Konseling Pra Nikah



Lili Andriani Nasri(1), Mawarni Octavia(2*),

(1) Universitas Halu Oleo
(2) Universitas Halu Oleo
(*) Corresponding Author

Abstract


Hadirnya tren “Marriage is Scary” di sosial media menjadi perhatian banyak pihak tak terkecuali oleh generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi Gen Z mengenai tren “Marriage is Scary” terhadap keputusan mereka untuk menikah serta pandangan mereka terhadap pernikahan. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan jumlah 331 responden dari berbagai sosial media (X, WhatsApp, dan Instagram). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa generasi Z memandang tren “Marriage is Scary” sebagai representasi nyata kekhawatiran mereka terhadap pernikahan yang dipengaruhi oleh ketakutan akan terjadinya perceraian ketika menikah, kemungkinan terjadinya KDRT, perselingkuhan, serta ketidakstabilan finansial. Layanan bimbingan dan konseling pranikah hadir untuk mengatasi kekhawatiran dan ketakutan generasi Z terhadap pernikahan dengan membimbing serta mengarahkan mereka guna mempersiapkan diri secara matang sehingga ketakutan akan pernikahan tidak lagi menjadi kekhawatiran

Keywords


Marriage is Scary, Generasi Z, Pernikahan

Full Text:

PDF

References


Abror, K. (2020). Hukum perkawinan dan perceraian.

Adhani, A. F., & Aripudin, A. (2024). Perspektif generasi Z di platform X terhadap penurunan angka pernikahan di Indonesia. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 185-198.

Al Mafaz, F., Arfan, A., & Fakhruddin, F. (2024). Marriage is scary trend in the perspective of Islamic law and positive law. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman, 11(2), 329-344.

Bencsik, A., Horváth-Csikós, G., & Juhász, T. (2016). Y and Z generations at workplaces. Journal of Competitiveness, 8(3).

Choirunissa, R., Indrayani, T., & Lestari, M. (2023). Pendidikan Kesehatan tentang Dampak Negatif Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 83. https://doi.org/10.36565/jak.v5i1.436

Dharmayani, Hendriyadi, Mahmudin B., Rudi S. 2024. Efektivitas Program Konseling Pra-Nikah dalam Mengurangi Konflik Rumah Tangga: Studi Perbandingan di Indonesia dan Malaysia. Tebuireng Journal of Islamic Studies and Society. 5(2), 186-201.

Devianti, R., & Rahima, R. (2021). Konseling pra-nikah menuju keluarga Samara. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 4(2), 73-79.

Herdiansyah, D., & Khaira, R. (2025). Menyelami persepsi 'marriage is scary' dalam perspektif religius dan emosional di konteks sosial budaya kontemporer serta faktor-faktor yang mempengaruhi: Sebuah literatur review. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 4, 605-612.

Juniarly, A., Tarigan, A. H. Z., & Anggraini, D. (2024). Konseling Pra-Nikah: Pentingnya Kesiapan Psikologis Sebelum Memasuki Kehidupan Pernikahan. Altifani Journal: International Journal of Community Engagement, 5(1), 51-59.

Lestari, M., Aimma, S. L., Cahyadi, S. F., Putri, K. A. L. L., & Mustofa, M. M. (2024). Bagaimana fenomena ‘marriage is scary’ dalam pandangan perempuan generasi Z?. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 10(2), 278-291.

Manzilina, S., & Kamil, A. Z. (2024). Pandangan Al-Qur’an dalam menyikapi marriage is scary: Analisis tafsir audiovisual Ustaz Rifky Ja’far pada kanal YouTube “Sayap Dakwah TV”. At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 6(1), 16-37.

Moh Ekofitriyanto. (2020). Efektivitas Bimbingan Perkawinan Pra-nikah dan Pengaruhnya Terhadap Kesiapan Calon Pengantin Di KUA Kecematan Batang Kabupaten Batang” (Skripsi Sarjan: Jurusan Hukum Keluarga Islam: Semarang,.

Nugraha, A., Barinong, A., & Zainuddin, Z. (2020). Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian Rumah Tangga AKibat Perselingkuhan. Kalabbirang Law Journal, 2(1), 53-68.

Pitrotussaadah, P. (2022). Konseling pranikah untuk membentuk keluarga sakinah dan menekan angka perceraian. Jurnal Perspektif, 6(1), 25-40.

Putra, Y. S. (2017). Theoretical review: Teori perbedaan generasi. Among Makarti, 9(2).

Sunarty, K. (2014). Model pola asuh orangtua untuk meningkatkan kemandirian anak (Unpublished doctoral dissertation). Program Pascasarjana UNM, Makassar.

Sunarty, K., & Mahmud, A. (2016). Konseling perkawinan dan keluarga.

Sloan, L., & Quan-Haase, A. (2017). A Retrospective on State of the Art Social Media Research Methods: Ethical Decisions, Big-small Data Rivalries and the Spectre of the 6Vs. In The SAGE Handbook of Social Media Research Methods (pp. 663–672). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781473983847.n39

Togatorop, M. T., Waruwu, S., Sanjaya, Y., Sumiran, E. B. K. P., Asso, P., & Valensia, K. (2021). Bimbingan Konseling Pra-Nikah Bagi Keluarga Kristen Dalam Mengembangkan Keharmonisan Pernikahan Menurut Efesus 5:22-33. REAL COSTER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 34–41. https://doi.org/10.53547/rcj.v2i2.121

Triningtyas, D. A., & Muhayati, S. (2017). Konseling pranikah: Sebuah upaya meredukasi budaya pernikahan dini di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. JKI (Jurnal Konseling Indonesia, 3(1), 28-32.

Wahy, H. (2012). Keluarga sebagai basis pendidikan pertama dan utama. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran, 12(2).

Widiasworo, E. (2019). Menyusun penelitian kuantitatif untuk skripsi dan tesis (Vol. 140). Araska Publisher.




DOI: https://doi.org/10.26539/teraputik.913895

Article Metrics

Abstract Views : 2394 | PDF Views : 1290

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Lili Andriani Nasri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling
Department of Guidance and Counseling
Universitas Indraprasta PGRI

Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia. 
Phone: +62 (021) 7818718 – 78835283 | Close in sunday and public holidays in Indonesia
Work Hours: 09.00 AM – 08.00 PM
Best hours to visit: From 9 am to 11 am or after 3 pm. The busiest times are between 11 am and 3 pm. 
 

 Creative Commons License
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.