E-Modul Career Decision Making dalam Implentasi Kurikulum Merdeka Untuk Siswa SMA
Williya Novianti(1*), Aprilianti Salsabila(2), Dhiya Syafitri(3), Reza Pahlevi(4), Riesa Rismawati Siddik(5),
(1) IKIP Siliwangi, Bandung
(2) IKIP Siliwangi, Bandung
(3) IKIP Siliwangi, Bandung
(4) IKIP Siliwangi, Bandung
(5) IKIP Siliwangi, Bandung
(*) Corresponding Author
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan e-modul Career Decision Making sebagai media layanan bimbingan dan konseling yang mendukung peningkatan kemampuan pengambilan keputusan karier siswa SMA dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah terbatasnya bahan ajar interaktif yang dapat membantu siswa membuat keputusan karier secara mandiri dan sistematis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model Borg and Gall dengan mengadaptasi 7 tahapan saja, melalui tahapan: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan data (Analisis Kebutuhan) (3) perencanaan, (4) pengembangan produk awal, (5) validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi BK, (6) revisi produk, serta (7) uji coba terbatas dan uji coba pemakaian. Subjek penelitian terdiri atas 10 siswa pada uji coba produk awal dan 36 siswa pada uji coba pemakaian. Instrumen yang digunakan meliputi angket kelayakan ahli, angket praktisi BK, serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul Career Decision Making memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan perolehan nilai: desain produk awal 75% (layak), hasil revisi praktisi BK 93,2% (sangat layak), validasi ahli media 96% (sangat layak), validasi ahli materi 90% (sangat layak), serta uji coba pemakaian tahap 1 sebesar 82,1% (layak) dan tahap 2 sebesar 93,2% (sangat layak). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul Career Decision Making yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam layanan bimbingan karier dan berpotensi meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier siswa SMA sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Anggraena, Y., Felicia, N., Eprijum, D., Pratiwi, I., Utama, B., Alhapip, L., & Widiaswati, D. (2022). Kajian akademik kurikulum untuk pemulihan pembelajaran. Tidak diterbitkan.
Gati, I., Landman, S., Davidovitch, S., Asulin-Peretz, L., & Gadassi, R. (2010). From career decision-making styles to career decision-making profiles: A multidimensional approach. Journal of Vocational Behavior, 76(2), 277–291.
Hartono. (2010). Bimbingan karier bantuan computer untuk siswa SMA Surabaya: UNIPA.
Herawati, N. S., & Muhtadi, A. (2018). Pengembangan modul elektronik (E-Modul) interaktif pada mata pelajaran Kimia kelas XI SMA. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 5(2), 180–191.
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti). (2018). Perusahaan rintisan inkubasi Kemenristekdikti “Youthmanual” bantu siswa memilih jurusan kuliah sesuai potensi secara online. Diakses melalui ristekdikti.go.id/siaranpers/perusahaan-rintisan-inkubasikemenristekdikti-youthmanual-bantusiswa-memilih-jurusan-kuliah-sesuaipotensi-secara-online/
Kemdikbudristek. (2022). Risalah Kebijakan: Urgensi Penguatan Pemahaman Sekolah dan Kapasitas Guru BK Terkait Penghapusan Jurusan/Peminatan di Jenjang SMA pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Ditjen GTK.
Kurniati, P., A. L. Kelmaskouw, et al. (2022). "Model proses inovasi kurikulum merdeka implikasinya bagi siswa dan guru abad 21." Jurnal Citizenship Virtues 2(2): 408-423.
Maulida, F. L., dan Wiyono, B. D. (2020). Pengembangan E-Modul Perencanaan dan Pengambilan Keputusan Karier untuk Siswa SMA. UNESA.
Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.
Nursalim, M. (2020). Peran Guru BK/ Konselor dalam Mensukseskan Program Merdeka Belajar. Prosiding Seminar & Lokakarya Nasional Bimbingan Dan Konseling 2020 PD ABKIN JATIM & UNIPA SBY, 11–18.
Peterson, N. L. (2014). Cognitive information processing in Career development, employment, and disability in rehabilitation from theory to practice first edition. Springer Publishing.
Sharf. (2005). Applying Career Development Theory of Counseling. California: Wadswort,inc.
Storme, M., & Celik, P. (2018). Career exploration and career decision-making difficulties: The moderating role of creative self-efficacy. Journal of Career Assessment, 26(3), 445-456. doi: 10.1177/1069072717714540
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Super, D. E. (1989). A Life -Span, Life Space Approach to Career Development, Journal of Vocational Behavior. 16 (1): 282-298
Ulinniam, Hidayat, Barlian, U. C., & Iriantara, Y. (2021). Penerapan Kurikulum Revisi 2013 Di Masa Pandem Pada SMK IBS Tathmainul Qullub Indramayu. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(1), 118–126.
Yowell, B.E., Kats, P.S., Reardon, C.R., & Peterson, W.G. (2012). The Role of Negative Career Thinking and Career Problem-Solving Self-Efficacy in Career Exploration Behavior, The Professional Counselor, 2(2), 102-114.
Zuhdi, A., F. Firman, et al. (2021). "The importance of education for humans." SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling 6(1): 22-34
DOI: https://doi.org/10.26539/pcr.734095
Article Metrics
Abstract Views : 292
|
PDF Views : 136
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Williya Novianti, Aprilianti Salsabila, Dhiya Syafitri, Reza Pahlevi, Riesa Rismawati Siddik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
| Publisher: Universitas Indraprasta PGRI Address: Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia. | |
![]() Psychocentrum Review is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. View My Stats |













