Kesadaran budaya guru Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-DKI Jakarta



Cicilia Eka Noviyani(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri dan Swasta di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bimbingan dan Konseling SMP se-DKI Jakarta sebanyak 190 orang dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket Multicultural Awareness Knowledge Skills Survey (MAKSS) yang mengukur aspek kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebagian besar guru bimbingan dan konseling SMP di Jakarta berada pada tingkat kesadaran diri sedang (75,79%), sementara sebagian berada pada tingkat kesadaran diri tinggi (12,63%) dan rendah (11,58%). Aspek yang tertinggi yang dimiliki oleh responden adalah aspek keterampilan, diikuti oleh aspek kesadaran, kemudian aspek pengetahuan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat kesadaran buaya guru bimbingan dan konseling


Keywords


Guru Bimbingan dan Konseling, Kesadaran budaya, Kompetensi Multikultural

Full Text:

PDF (Indonesia)

References


Akhmadi, Agus. (2013). Peningkatan Kesadaran Multikultural Konselor. Jurnal Kognisi, Vol. 3 (2).

Anwar, Efendi. (2008). Sekolah sebagai Tempat Persemaian Nilai Multikulturalisme. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. Volume 13 No.1.

Dodson, Fallon K. (2013). Exploring the Multicultural Competence of School Counselor. The Journal of Counselor Preparation and Supervision, Vol 5 (2).

Dupraw, M.E & Axner, M. 2002. Working on common cross-cultural communication challenges. Toward a More Perfect Union in an Age of Diversity. (Online). (www.pbs.org/ampu/crosscult/html), diakses 1 Oktober 2015.

Gumilang, Galang Surya. (2015). Urgensi Kesadaran Budaya Konselor dalam Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, Vol 05 (2).

Hamdani. (2012). Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hastuti, Sri. & Marheni. Krisna Indah. (2017). Kompetensi Konseling Multikultur bagi Konselor Sekolah: Suatu Kajian Teoritis. Jurnal Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum Bimbingan dan Konseling Berbasis KKNI.

Herdi. (2012). Model Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Calon Konselor Multikultural. Jurnal Ilmiah VISI P2TK PAUD NI. Vol 7 (2)

Kemendikbud. (2016). Permendikbud Nomor 14 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Kertamuda, Fatchiah. (2011). Konselor dan Kesadaran Budaya (Cultural Awareness). (online) Diakses pada Februari 2011http://fip.unp.ac.id/bk/impact/Prosiding_Konselor_dan_

Culture_Awareness.pdf

Masturi. (2015). Counselor Encapsulation: Sebuah Tantangan dalam Pelayanan Konseling Lintas Budaya. Jurnal Konseling GUSJIGANG Vol. 1(2)

Mufrihah, Arina. (2015). Implikasi Prinsip Bimbingan dan Konseling terhadap Kompetensi Multikultur Konselor. Jurnal Kognisi, Vol. 7(1)

Mulyanan, Deddy & Rakhmat, Jalaludin. (2006). Komunikas Antar Budaya Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Pederson, Paul. (2005). Leadership in a Diverse and Multicultural Environment. USA: Sage Publication

Permendikbud (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Pittman, C. T. (2009). Multicultural Education and Social Justice Actions. Journal Intercultural Education, Vol 20, 173-186.

Schurtz. (1992). Awareness Training: A Model to Increase Human Awareness In. B. J. Weils, Models of Teaching. (pp 187-217). New Jersey: Prentice-Hall.

Silvianingsih. (2011). Pengembangan Panduan Pelatihan Kesadaran akan Keragaman Budaya (Cultural Diversity Awareness) Berbantuan Video bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Malang: Universitas Negeri Malang.

Supriadi, Dedi. (2001). Konseling Lintas Budaya: Isu-isu dan relevansinya di Indonesia. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Supriatna, Mamat. (2014). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Supriatna, M. (2011). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi: Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor. Jakarta: Rajawali Pers

Sue, Arredondo & McDavis, R. J. (1992). Multicultural Competency Counseling and Standard to Profession. Journal of Multicultural Counseling and Development,Vol 20. 64-68.

Syukur, Y. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran yang Tepat Guna. Padang: UNP Padang.

Winkel, W.S & Hastuti, S. (2005). Bimbingan dan konseling di Institusi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT Grasindo.

Wunderle, William. (2006). Through the Lens of Cultural Awareness: A Primer for US Armed Forces Deploying to Arab and Middle Eastern Countries. USA: Combat Studies Institute Press.




DOI: https://doi.org/10.26539/teraputik.61934

Article Metrics

Abstract Views : 211 | PDF Views : 127

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Cicilia Eka Noviyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling
Department of Guidance and Counseling
Universitas Indraprasta PGRI

Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia. 
Phone: +62 (021) 7818718 – 78835283 | Close in sunday and public holidays in Indonesia
Work Hours: 09.00 AM – 08.00 PM
Best hours to visit: From 9 am to 11 am or after 3 pm. The busiest times are between 11 am and 3 pm. 
 

 Creative Commons License
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.