Kombinasi terapi relaksasi dan self-talk (studi kasus pada anak panti asuhan Rawamangun)



Zulfa Saleh(1*), Yeni Karneli(2),

(1) Universitas Indraprasta PGRI
(2) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author

Abstract


Kecemasan adalah suatu reaksi yang wajar ketika seseorang menghadapi situasi baru. Namun, ketika kecemasan terjadi secara berlebihan akan membawa perubahan perilaku, kognitif dan afektif kearah yang negatif. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang klien laki-laki berusia 13 tahun  yang tinggal di panti asuhan. Klien tinggal di panti asuhan sudah hampir satu tahun dan mengalami kecemasan karena pengalaman negatif masa lalu. Data kecemasan diperoleh dari hasil pengolahan instrumen Dass yang mengukur tekanan (stress), kebimbangan/kecemasan (anxiety), dan kemurungan (depression). Dampak kecemasan berpengaruh pada malas belajar, kurang mengerti apa yang diterangkan guru, dan lekas lupa pada bahan pelajaran yang telah dipelajari. Kepada klien dilakukan konseling perorangan dengan teknik relaksasi dan self talk untuk mengurangi kecemasan yang dialami. Setelah dilakukan konseling dengan teknik relaksasi dan self talk,  klien merasa berkurang  kecemasannya dari skala  6 berkurang menjadi 4 dan raut wajah lebih cerah.


Keywords


relaksasi, self-talk, kecemasan, anak, panti asuhan.

Full Text:

PDF

References


Abimanyu, S., & Marinhu. (2009). Teknik dan Laboratorium Konseling. Makasar: UNM.

Atkinson, T.S. Ewers, B.J. Hout. R.C. (1999). The tensile and relaxation responses of human patellar tendon varies with specimen cross-sectional area. PubMed. Journal of Biomechanic 32 (9), 907-914.

Beck, Judith S. (2020).Cognitive Behavior therapy: Basic and Beyond (third edition). New York: The Guilford Press.

Bradley T. Erford. (2017). 40 Techniques Every Counselor Should Know, 2nd Edition. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Corey, G. (2007). Teori Dan Praktek Koseling & Psikoterapi. Bandung: Pt Refika Aditama.

Cormier dan Cormier. (1998). Intervieuwing Strategies for Helpers: Fundamental skills and Cognitive: fourth edition. California: Brooks/Cole.

Dale, Associates. (2016). Tuntunan Untuk Hidup Lebih Bermakna. Jakarta: PT. Gramedia.

Dewi. I, (2008). Anxiety Disorder: Dapat Dialami Pula oleh Anak dan Remaja. (17 Jul-2008, 20:35:20 WIB). Diakses dari www.kabarindonesia.com.

Erford, B.T., Eaves, S.H., Bryant, E.M., & Young, K.A. (2010). Thirty Five Techniques Every Counselor Should Know. Trenton, New Jersey: Pearson Education Inc.

Gail W. Stuart (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Kediri: EGC.

Ghufron, M. N., & Rini Risnawita, S. (2014). Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.

Goldfried, M R. Davidson G.C. (1976). Clinical Behaviour Therapy. New York: Holt Reinhart and Winston.

Gunarsa, Singgih.D. (2012). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Libri

Hardy, J. (2006). Speaking clearly: A critical review of the self-talk literature.
Psychology of Sport & Exercise, 7, 81–97

Hardy, J., Oliver, E., & Tod, D. (2009). A framework for the study and application of self-talk within sport. In S. Mellalieu, & S. Hanton (Eds.), Advances in applied sport psychology. A review (pp. 37e74). New York: Routledge.

Hardy, L., & Jones, G. (1994). Current issues and future direction for performance-related research in sport psychology. Journal of Sport Science.12, 30-47

Henrink, (2012). The Psychotherapy Guidebook. New American Library. USA.

Jeffrey S. Nevid, dkk. (2005). Psikologi Abnormal. Edisi Kelima. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Kazdin. (2012). Behavior Modification in Applied Setting. Seveth Edition. USA: Wadsworth/Thompson Learning.

Komarudin. (2013). Psikologi Olah Raga. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Kross, E., Bruehlman-Senecal, E., Park, J., Burson, A., Dougherty, A., Shablack, H., & Ayduk, O. (2014). Self-Talk As A Regulatory Mechanism: How You Do It Matters. Journal of Personality and Social Psychology, 106(2), 304. doi: 10.1037/a0035173

Kurniawan, M.S. (2009). Pengertian Relaksasi. Diakses 04 Februari 2015 dari http://mr.kurniawan.pengetahuan.blogspot.com/2009/06/pengertian.relaksasi.html.

Sarlito Wirawan Sarwono. (2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Sieber, Joan. Crockenberg, Susan B. (1970). The Teacher and The Anxious Child. California: School of Education, Standford University.

Sutarjo, E., Arum, D., & Suarni. (2014). Efektivitas Teori Behavioral Teknik Relaksasi Dan Brain Gym Untuk Menurunkan Burnout Belajar Pada Siswa Kelas Viii Smp Laboratorium Undiksha Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014. Singaraja: Jurusan Bimbingan Konseling, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Suyono, Triyono, Dany M. Handarini. (2016). Keefektifan Teknik Relaksasi untuk Menurunkan Stres Akademik Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Humaniora Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang Vol. 4 No. 2, Hal 115-120.

Syamsu, Y. (2012). Mental Hygine: Terapi Psikospiritual untuk Hidup Sehat Berkualitas. Bandung: Maestro.

Vivin, W. M., dan Yulinda Septiani Manurung. (2019). Kecemasan dan Motivasi Belajar. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia. Volume 8 No. 2, Desember 2019 Hal. 240-257.

Wirahmihardja, S.A. (2007). Pengantar Psikologi Klinis. Bandung: PT Rafika Aditama.

Zell, E., Warriner, A. B., & Albarracín, D. (2012). Splitting of the mind when the You I talk to is Me and needs commands. Social psychological and personality science, 3(5), 549-555.
doi: 10.1177/1948550611430164

Zuni Eka K. & Elisabeth Christiana. (2014). Penerapan Kombinasi Antara Teknik Relaksasi dan Self Intruction Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 22 Surabaya. Jurnal BK UNESA, 05(01), 1- 10.




DOI: https://doi.org/10.26539/teraputik.42423

Article Metrics

Abstract Views : 1071 | PDF Views : 831

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Zulfa Saleh, Yeni Karneli

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling
Department of Guidance and Counseling
Universitas Indraprasta PGRI

Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia. 
Phone: +62 (021) 7818718 – 78835283 | Close in sunday and public holidays in Indonesia
Work Hours: 09.00 AM – 08.00 PM
Best hours to visit: From 9 am to 11 am or after 3 pm. The busiest times are between 11 am and 3 pm. 
 

 Creative Commons License
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.