Nilai-Nilai Simbolik dalam Kesenian Tradisional Betingkah Alu Selesung di Desa Ceruk Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau



al.iklas febriyan saputra(1*),

(1) universitas pgri yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Traditional arts are a cultural system that lives and develops in society as a form of expression that emerges from within the community. The development of the times has caused changes in all fields, including art. Traditional arts began to be neglected and finally destroyed and replaced by modern art. This research aims to find out: the history of the art of Betingkah Alu Selesung and its symbolic meaning in the traditional art of Betingkah Alu Selesung on Bunguran Island in general and Ceruk Village, Northeast Bunguran, Natuna Regency in particular. This research uses a qualitative descriptive method of analysis, qualitative research has two main things, namely: describe-reveal and describe-explain. Data collection by means of observation, interviews, documentation, and literature studies. Data analysis includes: data reduction, data presentation, and verification. The results of the study concluded that the art of Betingkah Alu Selesung has existed since ancient times every harvest season. According to   oral history, this art was created from the king's competition so that there was an art that could entertain the community. The symbolic meanings contained in this art include: Betingkah Alu Selesung means hitting a mortar; alu-mortar is a symbol of gender, a symbol of fertility; togetherness, Betingkah Alu Selesung cannot be done alone, must be done in groups; the shape of the pestle symbolizes the cardinal direction; and religiously, this art is an expression of gratitude for the harvest to God Almighty.

Keywords: Symbolic, Artistic, and Traditional


Full Text:

PDF

References


Ahmadi, A., & Salimi, N. (2012). Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Alfian. (2021). Mengenal Kesenian Alu Natuna. Retrieved Juli 25, 2024, from https://www.mandalapos.co.id/mengenal-kesenian-alu-natuna/

al-Ghazali, I. (2018). Kîmiyâ’ al-Sa‘âdah Kimia Ruhani untuk Kebahagiaan Abadi. Jakarta: Zaman.

Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018). Keragaman Budaya Indonesia Sumber Inspirasi Inovasi Industri Kreatif. Institut Desain dan Bisnis Bali SENADA (pp. 1-8). Denpasar: Sekolah Tinggi Desain Bali.

Baba, M. A. (2017). Analisis Data Kualitatif. Makassar: Aksara Timur.

Baihaqi, M. K., & Birsyada, M. I. (2022). Agama dan ritual: Dinamika konflik Dusun Mangir Lor Sendangsari Pajangan. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6 (2), 299- 310. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.21657

Birsyada, M. I., 2016. Dasar-dasar Pendidikan IPS (Suatu Pendekatan Teoritis dan Praktis). Yogyakarta: Ombak.

Birsyada, M. I., Triwahana, Darsono, Siswanta, Fahruddin, & Wibowo, B. A. (2022). Pendampingan Nilai-nilai Karakter Multikultural pada Warga Dusun Sawahan Kalurahan Pandowoharjo Kapanewon Sleman. Abdimas Galuh, 1093-1101.

Buda, I. K. (2010). Patung Lingga Yoni Posmodern. Denpasar: Fakultas Seni Rupa dan Disain Institut Seni Indonesia kerjasama dengan Sari Kahyangan Indonesia.

Cahyono, M. D. (2012). Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit. Amerta: Jurnal Penelidian dan Pengembangan Arkeologi, 30(1), 19-44.

Efendi, D., & Prastiyo, E. B. (2020). Peran Pemuda dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Alu di Desa Limau Manis Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna . JISIPOL, 121-135.

Fiska. (2024, September 19). Teori Interaksi Simbolik Menurut Ahli. Retrieved from Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/literasi/ teori-interaksi-simbolik/

Hadisun. (2024, Juli 1). Wawancara dengan Bapak Hadisun. (A. F. Saputra, Interviewer)

Harahap, S. (2015). Arti Penting Nilai bagi Manusia dalam Kehidupan Bermasyarakat (suatu Kajian dari Filsafat Hukum). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 31-37.

Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., . . . Istiqomah, R. R. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.

Hardyanto, R. U. (2022, Januari 31). Betingkah Alu Selesung. Retrieved from Warisan Budaya Takbenda: https://warisanbudaya.kemdik-bud.go.id/?newdetail&detailTetap=2257#:~:text=Alu%20adalah%20alat%20untuk%20menumbuk,%2C%20enam%2C%20atau%20delapan)

Indira, D., Mulyadi, R. M., & Nasrullah, R. (2019). Komunitas Jawa di Desa Wonoharjo sebagai Jejak Migrasi Etnis Jawa Ke Kabupaten Pangandaran. Sosiohumaniora, 21(1), 34-39.

Inge, N. (2021, September 21). Mengenal Alu-Lesung, Kesenian Tradisional Kepulauan Natuna. Retrieved from Melayu Pedia: https://www.melayupedia.com/berita/682/mengenal-alu-lesung-kesenian-tradisional-kepulauan-natuna

Kartomi, M. (2017). Malays Will Never Be Lost from the Earth: Organology, Ergology, and Survival of the Pestle-and-Mortar Instrument in Indonesia's Natuna Regency. The Galpin Society Journal, 125-134, 228-229 .

Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Kelurahan Pengkol Jepara . Jurnal Seni Tari, 9-21.

Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, S. (2014). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Prenada Media Group.

Marsini, Setiawan, P., & Sulaiman. (2021). Hubungan Sosial Masyarakat Buddhis Berlandaskan Dhamma. Jiapab, 3(1), 25-35.

Merriam-Webster. (2024, September 4). Symbolic. Retrieved from Merriam-Webster.com dictionary: https://www.merriam-webster.com/ dictionary/symbolic

Moertono, S. (2018). Negara dan kekuasaan di Jawa abad XVI-XIX. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Permata, R. D., & Birsyada, M. I. (2022). Tradisi Upacara Adat Ngasa dalam Konstruksi Sosial Masyarakat Dusun Jalawastu Ciseuruh. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 12-22.

Saputra, J. A. (2020). Analisis Makna Simbol Batu Tallu dan Täbä Tallu Tentang Pemeliharaan Allah di Salutambun dengan Menggunakan Teori Ernst Cassirer. KAMASEAN, 55-70.

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). DasarMetodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D . Bandung: Alfabeta.

Susantyo, B. (2011). Memahami Perilaku Agresif: Sebuah Tinjauan Konseptual. Informasi, 189-202.

Suta, I. M. (2018). Fungsi dan Makna Lingga dalam Ajaran Agama Hindu. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 13(2), 88-100.

Tumarjio, A. E., & Birsyada, M. I. (2022). Pergeseran Prosesi dan Makna dalam Tradisi Merti Dusun di Desa Wsata Budaya Dusun Kadilobo. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 323-335.

Umar, C. (2024, Juni 25). Wawancara dengan Cik Umar kepala Pemain Kesenian Betingkah Alu Selesung Desa Ceruk. (Iklas, Interviewer)

Zulaicha, L. (2017). Metodologi Sejarah. Surabaya: Fakultas Adab Sunan Ampel.




DOI: https://doi.org/10.30998/je.v6i1.3340

Article Metrics

Abstract Views : 86 | PDF Views : 48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Indraprasta PGRI

Address: 

Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760, Indonesia
 
Contact Email : jurnal.estoria@unindra.ac.id
Contact Phone : +62 878-8493-3275
Company : Program Studi Pendidikan Sejarah - Univer
Creative Commons License

Journal of Social Sciences and Humanities is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.