Pendampingan Penyusunan Masterplan Edu-Agrowisata pada Tahap Pengumpulan Data dan Identifikasi Lokasi PkM di Sawangan Kota Depok
Diana Susilowati(1*), Nurina Yasin(2), Bima Haryadi(3), Remigius Hari Susanto(4), Purwanto Joko Slameto(5),
(1) 
(2) Universitas Gunadarma
(3) Universitas Gunadarma
(4) Universitas Gunadarma
(5) Universitas Gunadarma
(*) Corresponding Author
Abstract
Perkembangan kota-kota besar di Indonesia, termasuk kawasan penyangga seperti Kota Depok, membawa dampak signifikan terhadap perubahan tata guna lahan, tekanan pembangunan, dan berkurangnya ruang terbuka hijau. Perkembangan wilayah pinggiran kota seperti Sawangan, Depok, membuka peluang besar untuk pengembangan kawasan Edu-Agrowisata yang menggabungkan fungsi edukasi, rekreasi, dan pertanian produktif. Namun, perencanaan kawasan Edu-Agrowisata tidak dapat dilakukan tanpa pemahaman mendalam terhadap karakteristik tapak (site). Identifikasi dan analisis site menjadi tahap krusial dalam proses desain arsitektur dan lanskap, karena menyangkut faktor topografi, hidrologi, aksesibilitas, sosial budaya, serta potensi dan kendala lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di lokasi mitra yang merupakan kawasan yang didapatkan melalui SK pinjam pakai antara Pemerintah Daerah Kota Depok dengan komunitas KOOD Budaya Betawi dan K3D (Komunitas Kampung Kita Depok). Kegiatan berfokus pada lingkungan hidup dan kesiapan pangan, dengan mengintegrasikan akar budaya Betawi yang ada di Kota Depok. Kegiatan PkM dimulai pada Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi data fisik, sosial, dan spasial sebagai dasar perencanaan kawasan Edu-Agrowisata. Analisis site dilakukan untuk menentukan potensi dan kendala lokasi, dengan pendekatan observasi langsung, studi literatur, serta wawancara semi-struktural dengan warga dan tokoh lokal. Hasil dari pengumpulan data menunjukkan bahwa Sawangan memiliki potensi lahan yang luas, konektivitas yang sedang berkembang, serta identitas lokal berbasis pertanian dan perairan. Rekomendasi desain awal terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona penerima, zona budi daya dan zona UMKM.
Kata Kunci: Arsitektur Lanskap, Edu-Agrowisata, Identifikasi Lokasi, Perencanaan Tapak, Tata Guna Lahan
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Aji, G. P, M. Ardiansyah, Andi Gunawan. (2020). Perubahan dan Prediksi Penggunaan Lahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Depok. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.22.
Alexander, C. (1977). A Pattern Language. Oxford University Press.
Ayuningtyas, F. I, & K. Komariah. (2024). Hubungan Laju Alih Fungsi Lahan Pertanian dengan Laju Produksi Padi di Jakarta Barat. Jurnal Agrosains dan Teknologi. https://doi.org/10.24853/jat.9.1.8-17.
Departemen Pertanian. (2020). Potensi Agrowisata di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Haikal, Muhammad Husam, Dyan Agustin. (2024). Kajian Arsitektur Ekologi pada Kusuma Agrowisata Resort dan Convention Hotel. Jurnal Arsitektur. https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.5785.
Hamsah, et. al. (2023). Konsep Pengembangan Agrowisata yang Berbasis pada Masyarakat. Jurnal E-Bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar. https://doi.org/10.59903/ebussiness.v3i1.60.
Lynch, K. (1960). The Image of the City. MIT Press.
Pemerintah Kota Depok. (2021). RTRW Kota Depok 2021–2041.
Sugiarto, et., al. 2025. Masterplan Kawasan Agrowisata Desa Talun Ponorogo. Jurnal Pengabdian Nusantara. http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/PPM
Sumarwoto, T. (2018). Perencanaan Tapak dalam Arsitektur. Gadjah Mada University Press.
DOI: https://doi.org/10.26539/drndra.v2i2.4075
Article Metrics
Abstract Views : 131
|
PDF Views : 45
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Diana Susilowati, Nurina Yasin, Bima Haryadi, Remigius Hari Susanto, Purwanto Joko Slameto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
| Office: Institute for Research and Community Services (LPPM) Universitas Indraprasta PGRI Kampus A Building 3, 2nd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia. |
--------------------------------------

Dirandra dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)
Dirandra Statcounter

.png)